Sabtu, 14 Oktober 2017

ELIQUID THE CUSTARD SHOPPE BLACKBERRY CUSTARD PIE

ELIQUID THE CUSTARD SHOPPE BLACKBERRY CUSTARD PIE  - Semenjak Jam Monster Blueberry membanjiri pasar dunia dan mendapatkan banyak fans (termasuk saya, dengan catatan Jam Monster Blueberry pertama bukan versi terbaru yang sedikit lebih tipis), bisa dibilang perusahaan di belakangnya naik daun. Tak lama setelah blueberry dan strawberry, kita langsung disuguhi versi apel dan anggur dari Jam Monster, dan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Kali ini mereka kembali mencoba peruntungan mereka lewat line up baru dengan rasa utama custard pie
ELIQUID THE CUSTARD SHOPPE BLACKBERRY CUSTARD PIE

The Custard Shopee Blackberry mempunyai profil rasa blackberry custard pie atau dalam bahasa sehari-hari, sebuah pai susu dengan rasa blackberry. Saya rasanya tidak pernah mencoba pai susu dengan rasa Blackberry, jadi… ini akan jadi pengalaman yang menarik.
Exhale pertama, saya langsung merasakan sebuah rasa yang mirip dengan adonan terigu yang di panggang, dengan susulan blackberry yang tidak terlalu kuat namun dengan jelas menyatakan dirinya. Blackberry terasa fruitysmooth dan tidak terlalu manis, saya suka blackberry seperti ini. Tidak ada masalah sama sekali dengan Blackberry-nya.
Pai susunya di lain sisi, sedikit sulit dikenali. Ini mungkin karena perbedaan Indonesia dan Amerika membuat pai susu dan custard (fla). Saya bisa merasakan sesuatu yang milkycreamy, dan sebuah produk pastri. Tapi sebelum saya bisa lebih jauh menyelidiki rasa pastrinya rasa blackberry sudah menyusul.
Di exhale selanjutnya, rasa milky dari custard mulai terasa dominan. Saya bisa merasakan krim dan susu yang ada dalam sebuah pai susu, namun saya masih belum merasakan sebuah pai susu. Belasan exhale selanjutnya terasa seperti pie/creamy/milky > blackberry > blackberry yang tercampur dengan creamy/milky > milky.
Ini terdengar seperti kekecewaan, tapi nyata tidak. Saya tidak berhasil merasakan custard pie seluruhnya, tapi saya tidak punya komplain dengan rasa yang saya dapatkan. Saya tetap dapat menikmatnya, di kepala saya, saya sedang menikmati sebuah fla blackberry yang smoothmilkycreamy setiap saya menarik uap tebal lewat Goon saya.
The Custard Shopee Blackberry bukanlah liquid yang terlalu manis, bahkan mungkin sedikit di bawah rata-rata liquid USA lainnya. Ini yang membuat saya dapat menikmatinya tanpa berhenti seharian. Throat hit terbilang smooth, dan dalam belasan isapan kamu sudah tidak akan menyadarinya.
The Custard Shoppe juga tersedia dalam rasa lain, raspberry dan butterscotch. Jika tebakan saya benar maka mereka akan menggunakan formulasi yang sama untuk custard pie-nya dan hanya berbeda di rasa buahnya. Jadi kamu bebas untuk memilih rasa yang kamu lebih suka dan mendapatkan rasa milkycreamy yang sama.
Saya tidak merasa ini adalah sebuah liquid yang wajib coba, namun mengingat sekarang liquid USA sedang sulit masuk belakangan ini, The Custard Shoppe bisa menjadi pilihan kamu sampai ada titik terang. Kamu yang mencari rasa custard yang lebih menonjok mungkin bisa mencoba Vapetasia Killer Custard.
Namun kamu yang mencari sebuah custard yang tercampur dengan baik dengan rasa buah, tidak terlalu manis, dan tidak terlalu pekat akan setuju dengan saya, bahwa The Custard Shoppe Blackberry adalah liquid yang sama sekali tidak buruk.

RIVIEW LIQUID YOIDESU TIRAMISU


RIVIEW LIQUID YOIDESU TIRAMISU


Yoidesu berasal dari bahasa jepang yang arti nya “ BAIK ”
karena ini berasal dari bahasa jepang, si brewer saya kira sengaja
membuat kemasan botol liquid ini dengan cukup unik.
Tidak Seperti Liquid Premium High Class Yang Beredar Di Pasaran Yang Dikemas Dengan Kardus Karton Pada Umumnya,
Melainkan YOIDESU ini Dimasuk kan Kedalam sarung botol
yang menggambarkan khas ala jepang / negara2 asia timur tempo dulu.

Selain Dari Kemasan Yang UNIK, Menurut Saya Kualitas Rasa Liquid ini Tidak Perlu Kita Ragu kan Lagi. Karena Yoidesu very recommended Saat di Buka Tutup Botol Baunya Sudah Berasa Tajam, Setelah Dicoba Ternyata Rasa dan Bau nya sama, dikecap juga tidak berubah.

Memang ini yang dinamakan liquid PREMIUM.
Rasa nya Original Tiramisu, Berasa Seperti Roti Yang Creamy Dengan Perpaduan Rasa dan aroma Kopi Yang Sempurna.
Manis nya juga pas Tidak Eneg. Soal Rasa Tiramisu, Liquid ini Juara nya. 

Bagi Teman Teman Yang Bingung Memilih Liquid Tiramisu,
YOIDESU ini Salah Satu Produk Recommended Yang BIsa Menjawab Keraguan Kalian.

Untuk Harga Dipasaran Dibandrol Kisaran 140k - 150k
YOIDESU “ Don’t Talk But Feel it, Try And You’ll Understand ”


Nilai Produk
Flavour 9.0 / 10
Kemasan 8.0 / 10
Harga 8.0 / 10

Jumat, 06 Oktober 2017

8 Review Coil Alien Dan Fused Clapton Lokal Dan USA

8 Review Coil Alien Dan Fused Clapton Lokal Dan USAMencoba alien atau fused clapton merupakan langkah yang wajar jika kamu sudah masuk ke dalam dunia persilatan vaping. Sayangnya saya mencoba coil besar yang salah di awal perjalanan saya. Ini membuat saya skeptis terhadap coil-coil besar apa lagi buatan lokal.
Tapi setelah mencobanya lagi dengan mod dan atomizer yang lebih tepat, saya sudah enggan untuk balik lagi menggunakan simple coil.
Apakah alien atau fused clapton lebih baik dari simple coil? Dengan coil dan setting yang tepat, jawabannya adalah ya. namun tidak sebesar yang kamu bayangkan.
Saya tetap menyukai simple coil karena mudah dibuat dan harganya yang murah. Namun tidak bisa dipungkiri layering dari rasa lebih terasa di coilbesar. Saya juga menyukai fakta bahwa coil besar bisa menampung lebih banyak liquid dan juga tidak perlu sering di ganti. Saya biasanya menggunakan Alien selama 2-3 minggu sebelum mengganti coil.
Di post selanjutnya saya akan membuat tips and trick untuk menggunakan coil besar, namun untuk sekarang silahkan simak berbagai coil alien atau fused clapton yang sudah saya coba berserta ulasan singkatnya!

8 Review Coil Alien Dan Fused Clapton Lokal Dan USA

Inhale Alien V1

Inhale V1 Alien
Spesifikasi:
  • Inner: 3x28g (tricore)
  • Outer: 36g
  • 0.16ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: TM80 (Twisted Messes Nichrome 80)
  • Versi v1
  • Build: Alien
  • Asal: Lokal (Indonesia)
Inhale adalah salah satu prebuild coil yang cukup populer di Indonesia. Kamu akan menemukan beberapa merek lain seperti creativelabz yang sebenarnya adalah coil yang sama dengan stiker yang berbeda.
Build coil yang saya dapatkan bisa dibilang sempurna. Sangat rapi sekali, tidak ada renggang, tidak ada komplain. Ini mungkin coil prebuild paling rapi yang pernah saya coba.
Pembacaan ohm pertama kali adalah 0.18, berbeda (0.02) dengan spesifikasi yang tertera. Setelah exhale 3-5x, pembacaan ohm baru menunjukan 0.16. Harap diingat ini bergantung pada panjang legs (kaki) pemasangan kamu.
Hot spot ada beberapa namun dengan sedikit penanganan langsung hilang dan menyala sempurna kiri dan kanan secara bersamaan. Flavor yang dihasilkan sangat baik, saya akan sebut sangat intense sekali namun layeringterasa sedikit berkurang. Rasa utama akan langsung menonjok kamu dimuka sedangkan rasa-rasa lain (jika liquid merupakan campuran rasa) membutuhkan sedikit fokus untuk bisa dikenali dengan jelas. Namun tentu saja layering-nya berada di atas simple coil.
Naked Amazing Mango, terasa sangat mangga sekali dan manis (lebih manis dibanding simple coil). Rasa peach dan cream yang lembut kemudian menyusul.
Setelah 2 minggu rasa mulai menyusut dan membuat Amazing Manggo terasa manis sekali. Gula tiba-tiba sangat dominan mengalahkan mangga dan peach yang sudah mulai pudar di belakang.
Inhale V1 review:
  • Flavor: 8
  • Build: 9
  • Layering: 8
  • Cloud 8

Vape Engineer Alien

Spesifikasi:
  • Inner: 3x28g (tricore)
  • Outer: 36g
  • 0.16ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: TM80(Twisted Messes Nichrome 80)
  • Build: Alien
  • Asal: Lokal (Indonesia)
Product Vape Engineer bisa dibilang tidak terlalu banyak beredar, karena fokus mereka untuk sekarang adalah ekspor ke luar negeri. Namun mereka mengatakan bahwa dalam waktu dekat mereka akan fokus untuk menjualnya di Indonesia.
Saya mendapatkan versi coil yang sedikit renggang di bagian innernya. Sedikit mengurangi nilai kerapihannya namun kamu perlu tahu bahwa karena ini handmade, akan ada variasi seperti ini. Bisa jadi kamu akan mendapatkan coil yang sangat sempurna, bisa jadi kamu mendapatkan sedikit renggang di beberapa bagian. Ini adalah kekurangan dan juga seni dari coil handmadeyang akan kamu temukan di coil builder mana pun.
Hotspot terbilang banyak dan membutuhkan beberapa waktu untuk membuatnya menyala sempurna. Namun kamu hanya cukup merapikannya sekali saja dan siap untuk dinikmati seterusnya.
Cloud dan flavor terbilang imbang. Cloud lebih sedikit dari inhale namun tidak berbeda jauh. Rasa pun terbilang mirip, dengan rasa yang kuat sebagai kekuatan utama dan layering di urutan ke dua.
Di akhir minggu kedua rasa sudah mulai turun dan coil sudah menghitam bahkan setelah dryburn. Bisa dibilang umurnya 2-3 hari lebih pendek dibanding inhale coil.
Profil Amazing Manggo cukup mirip dengan inhale coil namun diakhir masa pemakaian rasa masih berimbang, sehingga masih dapat dinikmati. Tentu saja rasanya akan lebih muted dibanding awal.
Vape Engineer review:
  • Flavor: 8
  • Build: 8
  • Layering: 8
  • Cloud 7.8

Adria Builds

Adria Builds Alien
Spesifikasi:
  • Inner: Tricore, tidak ada keterangan AWG
  • Outer: tidak ada keterangan AWG
  • 0.15ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: TM80 (Twisted Messes Nichrome 80)
  • Build: Alien
  • Asal: Lokal (Indonesia)
Coil yang satu ini bisa dibilang coil langka karena tidak beredar di pasaran secara luas. Coil ini dibuat oleh @adriabuilds yang merupakan coil builderdengan skill yang luar biasa (dia juga menjuarai Coil Art Comp 2017 baru-baru ini).
Dari semua coil yang saya coba, ini merupakan coil favorit saya. Buildnya rapi sekali dengan hotspot yang sangat minimal. Pemasangan juga berlalu dengan sangat santai dan cepat karena tidak memerlukan banyak penanganan.
Flavor bisa dibilang sama dengan coil-coil di atas namun layering rasa sangat juara. Amazing manggo terasa kuat (tidak sampai pekat), namun saya dengan jelas bisa merasakan mangga, cream, dan peach secara terpisah yang sebelumnya harus saya cari-cari.
Coil ini mengeluarkan semua rasa tanpa banyak usaha. Nah kamu yang membaca mungkin mendapat kesan bahwa layering-nya sangat jauh dibanding coil lainnya dalam daftar ini. Sebenarnya tidak, layeringnya tidak berbeda sejauh itu namun jika kamu sudah mencoba banyak coil macro (besar), kamu akan menghargai perbedaan ini walaupun sedikit.
Cloud juga bisa dibilang serupa dengan yang lain, di atas coil simple namun tidak akan tiba-tiba membuat kamu menjadi juara cloud chasser. Lebih dari cukup bagi saya yang seorang flavor chasser.
Ariadria Build Review:
  • Flavor: 8
  • Build: 8
  • Layering: 8.5
  • Cloud 7.8

Alien freyD

FreyD Alien Coils
  • Inner: 3x28g
  • Outer: 36g
  • 0.15ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: Twisted Messess
  • Build: Alien
  • Asal: Lokal
  • Harga: 100k
Build dari freyD terbilang rapi sekali dan saya tidak menemukan issue sama sekali. Tidak ada yang renggang dan terlihat solid, setara dengan jajaran atas coil alien lokal lain.
Flavor terbilang enak dan mempunyai karakteristik yang mirip dengan vape engineer. Saya bahkan tidak bisa membedakannya sama sekali. Namun satu hal yang menarik adalah Freyd membuat throat hit terasa lebih tinggi dari coil-coil serupa. Amazing manggo yang sudah lebih tinggi dari rata-rata menjadi lebih pekak dan membuat saya sedikit tidak nyaman.
Tapi tunggu dulu, ini juga merupakan sebuah blessing in disguise. Karena ketika saya coba ke liquid 3mg yang hampir tidak memiliki throat hit rasanya menjadi sedikit lebih enak. Rasa liquid-nya sama dengan coil lain, namun penambahan throat hit adalah sesuatu yang menyenangkan.
Saya menggunakan coil ini selama 2 minggu lebih, dan dititik ini sudah mulai menunjukkan coil sudah harus diganti. Freyd berhasil bertahan beberapa hari lebih lama, namun tidak sampai 3 hari, sehingga saya tidak akan memberikan nilai extra untuk bagian ini.
Alien FreyD review:
  • Flavor: 8
  • Build: 8
  • Layering: 8.0
  • Cloud 8.0

Vape Engineer Fused Clapton

Spesifikasi:
  • Inner: 2x27g (dualcore)
  • Outer: 36g
  • 0.18ohm
  • Bahan: TM80(Twisted Messes Nichrome 80)
  • Build: Fused Clapton
Kalau Alien build dari Vape Engineer sulit ditemukan, mungkin kamu akan lebih mudah menemukan versi fused claptonnya. Kurang lebih kualitas dan bahan sama dengan versi aliennya, jadi ini lebih kepada fused clapton vs alien saja.
Saya merasakan clapton lebih mute dari pada alien namun tetap jauh di atas simple build coil. Jika kamu punya RDA yang cukup besar, dan kuat panas, maka silahkan meminang alien. Jika tidak maka fused clapton adalah pilihan yang lebih tepat. Sesederhana itu.
Fused Clapton vape engineer mempunyai kualitas yang bagus dengan sedikit sekali hotspot ketika building. Flavor dan cloud juga berada di liga atas di dunia vaping. Can’t go wrong with this.
Vape Engineer Fused Clapton review:
  • Flavor: 8
  • Build: 8
  • Layering: 8
  • Cloud 7.8

CoilArt Alien Handmade

Alien Handmade CoilArt
  • Inner: 3x28g
  • Outer: 36g
  • 0.15ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: Nichrome CoilArt
  • Alien build
  • Asal: China
Pertama-tama biar saya klarifikasi bahwa ini adalah versi handmade. Selain versi handmade, CoilArt juga mempunyai versi lain yang lebih murah (yang mungkin sebagian besarnya dibuat oleh mesin otomatis).
Alien dari CoilArt duduk dengan manis di antara coil alien murahan dan coil alien berkualitas bagus. Jauh di atas coil alien murahan, namun masih sedikit di bawah coil alien lokal berkualitas bagus seperti yang saya sudah ulas di atas.
Kualitas build nya terbilang rapi dan bagus, namun outer wrap tidaklah serapat kebanyakan coil lokal. Seharusnya ini menambahkan luas penampang dan berujung di rasa. Sayangnya saya tidak dapat menikmati CoilArt lebih dari coil yang saya sudah sebut di atas.
Tapi sebelum kamu salah sangka, ini adalah coil alien yang enak. Ini coil sempurna untuk kamu coba sebagai coil alien pertama kamu. Pengalaman saya dengan prebuild coil alien seperti Demon kiler atau UD sangatlah buruk, liquid menjadi aneh, dan RDA sangat-sangat panas kamu bahkan tidak bisa menempelkan mulut kamu di drip tip.
CoilArt sangat jauh lebih baik, sudah bisa disebut sebuah standard coil alien yang baik, namun tidak selevel dengan build alien lokal lain dalam daftar ini.
Faktor lain yang sangat bisa jadi pertimbangan adalah harganya. Sekitar Rp100.000 untuk 5 coil alien, ini berarti Rp20.000 untuk setiap koilnya, terhitung murah sekali untuk build quality dan flavor yang ditawarkan.
CoilArt Alien Handmade review:
  • Flavor: 7.5
  • Build: 7.8
  • Layering: 7.5
  • Cloud 7.5

CoilArt Fused Clapton Handmade

CoilArt Fused Handmade
  • Inner: 2x26g
  • Outer: 40g
  • 0.15ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: Nichrome CoilArt
  • Build: Fused Clapton
  • Asal: China
Saya kurang merasa cocok dengan alien CoilArt, namun saya menemukan versi Fused Clapton-nya jauh lebih baik. Memang masih jauh di bawah Fused Clapton yang ada didaftar ini, namun sempurna bagi mereka yang mau menjajal coil besar untuk pertama kali.
Saya menggunakan RDA Azeroth triple coil dengan coil ini dengan besaran ohm sebesar 0.11. Rasa yang saya dapat cukup intense, membawa rasa manis lebih keluar. Sama sekali tidak panas dan cloud sangat banyak karena menggunakan konfirgurasi triple coil.
Recommended bagi kamu yang mau memulai masuk ke dunia coil besar tanpa investasi berlebihan. Namun perlu diketahui, ada banyak fused clapton yang jauh lebih baik dari pada ini :).
CoilArt Fused Clapton Handmade review:
  • Flavor: 7.6
  • Build: 7.8
  • Layering: 7.5
  • Cloud 7.5

MK-II Prebuild Alien

MKII Alien Prebuild
  • Inner: Flat coil 0.8
  • Outer: 32g
  • 0.2ohm (untuk dual coil)
  • Bahan: Kanthal
  • Alien build
  • Asal: German
  • Harga: 75K
Pertama-tama, ini bukanlah Alien yang standard. Jika kebanyakan Alien menggunakan tricore (tiga wire tipis) maka MK-II menggunakan satu wire besar namun pipih, atau disebut flat cloil. Outer wrap juga lebih serupa clapton dari pada alien. Mungkin terlalu jahat jika menyebutkan ini bukan alien, jadi mari kita sebut saja variasi alien yang ‘unik’.
MK-II datang dengan ukuran yang cukup besar, bahkan Goon saya sedikit sesak ketika dua alien coil ini terpasang. Tidak ada banyak hot spot dalam pemasangan, bahkan saya tidak ingat ada sama sekali. Cukup wajar mengingat ini adalah build yang jauh lebih sederhana dari pada alien standard.
Karena cukup besar kamu akan membutuhkan lebih banyak tenaga untuk memanaskannya dengan cepat. Ketika mencobanya di 80watt saya mendapatkan rasa yang sedikit dibawah rata-rata. Saya naikkan 90watt dan tiga isapan selanjutnya goon sudah terlalu panas untuk dapat digunakan.
Ini menciptakan kesulitan karena di warm vape, rasa tidak keluar, di hot vape, semuanya terlalu panas. Mungkin coil ini lebih cocok untuk konfigurasi singlecoil. Namun jujur saja saya malas mencobanya karena perbedaan standard dengan coil-coil alien lain. Sebagai perbandingan dengan harga 75.000 kamu akan mendapatkan 10 coil.
Saya tidak akan menyarankan kamu untuk membeli ini terlepas dari harganya (bahkan jika satunya adalah 1.000 rupiah). Silahkan mencari coil art mage jika kamu sedang mencari coil besar pertama kamu.
MK-II prebuild Alien:
  • Flavor: 6.0
  • Build: 6.5
  • Layering: 6.0
  • Cloud 6.5

Tidak, saya masih belum selesai. Saya jauh sekali dari selesai. Ada banyak coil lain yang sudah mengantri untuk diulas. Jadi stay tuned untuk update selanjutnya.

Semoga dengan postingan diatas yang berjudul 8 Review Coil Alien Dan Fused Clapton Lokal Dan USA dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya para pecinta vapping dengan menggunakan coil alien atau fused clapton, dan jangan lupa untuk share postingan ini buat temannya di facebook ataupun media social lainnya. Sumber : vapingjkt.com

Sabtu, 26 Agustus 2017

Panduan Setting Ohm Coil Dan Baterai Vape Yang Aman


Panduan Setting Ohm Coil Dan Baterai Vape Yang Aman

Vaper mechanical mod “Saya menggunakan mechanical mod berapa ohm coil yang saya harus buat agar aman?”
Vaper regulated mod “Saya menggunakan VTC mini dan baterai 20A, kenapa di 75Watt saya mendapatkan pesan weak battery padahal baterai saya masih 70% penuh?”
Itu pertanyaan yang pernah terlintas dipikiran kamu? Kalau begitu setelah membaca artikel ini sampai selesai kamu akan dapat menjawab itu semua.
Mari belajar bersama mengenai ohm, ampere, coil dan baterai lewat artikel ini. Jangan khawatir, saya akan bahas semuanya mulai dari mechanical modregulated mod, satu baterai, dua baterai, seri, dan pararel.
Silahkan drip terlebih dahulu, saya akan tunggu :).

Mengerti satuan baterai dengan benar

Baterai adalah salah satu komponen terpenting dari keseluruhan modkamu. Tidak mengerti bagaimana baterai bekerja atau membeli baterai yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisa meningkatkan resiko kecelakaan ketika vaping.
Tiga satuan baterai yang wajib kamu tahu:
Voltase(V): Baterai bertipe 18650 (yang umum digunakan untuk vape, seperti Sony VTC 4 atau LG HE2) mempunyai voltase maksimal 4.2V ketika terisi penuh.
Tapi hanya karena baterai kamu mempunyai kemampuan 4.2V bukan berarti kamu akan terus menggunakan angka ini. Dengan cepat 4.2V turun seiring kamu memakainya. Jika baterai kamu sekitar 50% terpakai, maka voltasenya hanya akan berkisar 3.7V-3.8V.
Dikarenakan faktor pengaman dan juga efesiensi maka sebaiknya kita menganggap baterai kamu di 3.7V, terlepas penuh atau tidak. Semua contoh di bawah ini akan menggunakan ukuran baterai 3.7V.
Ampere(A): Di sinilah urusan satuan baterai mulai menarik. Satuan ampere dalam baterai terbagi ke dalam dua kategori:
1. CDC (Continuous discharging current). Baterai kamu pada dasarnya akan dikuras ketika dipakai, satuan ini menandakan berapa ampere yang dikuras dari baterai ketika digunakan terus menerus. Secara umum, semakin tinggi ampere CDC baterai maka semakin baik/aman.
2.Max Pulse Discharge. Ini bukanlah sebuah satuan yang standar di industri baterai. Rating max pulse discharge biasanya diberikan oleh sang penjual baterai bukan produsen baterai. Ini merupakan satuan yang diukur dalam 1 kali (1 pulse), ketika kita menggunakan vape, kita tidak menggunakan Max Pulse Discharge melainkan continuous discharing current.
Contoh kasus, baterai MXJO menuliskan 35A di label baterai, jika kamu melihat situs aslinya, maka disitu ditulis bahwa CDC-nya adalah 20A, dan max pulse discharge-nya adalah 35A. Yang tercatat di label baterai seperti yang kamu bisa tebak adalah 35A(max pulse discharge).
MXJO Battery Spec
Mengapa MXJO memberikan label 35A? Ini adalah bagian dari marketing mereka untuk menonjolkan angka yang besar. Ini mengingatkan saya bagaimana banyak produsen speaker di masa lalu berlomba untuk memasang watt PMPO (contoh 1000 Watt PMPO) padahal yang penting adalah watt RMS (yang angkanya jauh lebih kecil).
Sony VTC5A mempunyai kapasitas 2000mAh dengan CDC sebesar 35A, dan tidak mempunyai rating max pulse discharge. Karena lagi-lagi ini bukanlah pengukuran standar.
Tapi tunggu dulu, ini bisa sedikit lebih rumit. Sony mengatakan bahwa CDC sebesar 35A hanya bisa didapatkan jika temperatur baterai di bawah 80 derajat. Jika melebihi 80 derajat, maka CDC akan turun ke 30A. Ini tergantung pemakaian kamu, jika kamu menggunakan untuk chain vaping dan hot vape (watt tinggi) maka ada kemungkinan baterai mencapai 80 derajat dan CDC akan turun ke 30A. Amannya asumsikan CDC-nya sebesar 30A.
Kapasitas(mAH). Biasanya ditandakan dengan satuan mAh, nilainya berkisar antara 1500-3500mAh. Semakin tinggi maka artinya kamu dapat menggunakan baterai kamu semakin lama, sebelum harus di isi ulang. Namun biasanya ini berbanding terbalik dengan ampere. Semakin besar kapasitas baterai (mAh), maka ampere(A) akan semakin kecil.

Bagaimana Mechanical Modbekerja

Untuk mempermudah mari kita buat contoh. Sebuah mechanical mod 1 baterai (MXJO 20A – CDC) dengan coil sebesar 0.5 ohm (tidak peduli single atau dual coil).
Saat kamu tekan tombol firing, maka yang terjadi adalah daya dari baterai akan disalurkan ke atomizer. Mod kamu sekarang seperti sebuah rangkaian listrik yang tertutup. Dalam rangkaian ini hukum Ohm berlaku.
Catatan: khusus untuk mechanical mod, voltase baterai adalah voltase yang akan digunakan karena tidak ada pembatas atau pengatur elektronik, hal ini berbeda dengan regulated mod dimana voltase keluaran akan dibatasi. Cek spesifikasi mod kamu untuk mengetahui berapa output voltage sebenarnya.
Amps (A) = Volts (V) / Ohms(Ω).
Jika kita isikan contoh tadi ke dalam rumus maka hasilnya akan menjadi:
Amps = 3.7V (nilai baterai yang aman) / 0.5Ω (ohm dari coil)
Amps = 7.4A
Baterai MXJO mempnyai CDC 20A, jadi selama hasil ampere hitungan kita tadi tidak melebihi 20A maka kamu akan aman-aman saja.
Bagaimana dengan coil 0.15ohm? Cara perhitungannya akan sama:
Amps = 3.7V / 0.15Ω
Amps = 24.6A
Baterai MXJO tidak akan kuat, karena rangkaian ini akan mencoba untuk menarik 24.6 ampere dari baterai yang hanya memiliki CDC 20A. Ketika ini terjadi, baterai akan rusak dan sangat mungkin untuk meledak. Ini adalah hal yang kamu harus hindari.
Tapi VTC 5A mempunyai 35A, jadi apakah ini aman?
Karena VTC 5A mempunyai 35A(dengan asumsi baterai di bawah 80 derajat) maka coil 0.15 kita masih terhitung aman. Namun mari kita asumsikan baterai akan panas ke 80 derajat, bahkan dalam kasus ini (CDC menjadi 30A) baterai masih sanggup.
Sampai sini seharusnya kamu sudah bisa menghitung apakah baterai dan coil kamu aman.
Saran VapingJKT adalah menggunakan baterai 25A-30A CDC seperti Sony VTC 5A dan kamu akan aman dengan coil serendah 0.3Ω apa lagi 0.3Ω ke atas.

Mechanical Mod dengan 2 baterai

Mechanical Mod dengan 2 baterai terbagi atas konfigurasi seri dan pararel. Keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.
Mechanical Mod Baterai pararel
Dalam rangkaian pararel, kamu akan mendapatkan 2x daya tahan baterai (sehingga lebih lama digunakan – hanya berlaku untuk mechanical mod!), 2x ampere, namun dengan voltase yang sama.
Contoh kasus 2 baterai pararel 20A dengan coil 0.2Ω:
Amps = 3.7V/0.2Ω
Amps= 18.5A (total)
Amps per baterai = 18.5A/2 = 9.25A per baterai. Sangat aman jika dibandingkan baterai dengan CDC 20A.
Mechanical Mod Baterai Seri
Dalam rangkaian seri, kamu akan mendapatkan 2x voltase, namun dengan ampere dan daya tahan yang sama dengan 1 baterai.
Contoh kasus 2 baterai seri 20A dengan coil 0.2Ω
Amps = (3.7V + 3.7V)/0.2Ω
Amps = 37A
Ingat bahwa 37A ini tidak akan dibagi dua dalam rangkai seri. Setiap baterai harus mempunyai 37A, yang mana tidak mungkin karena tidak ada baterai sampai sekarang yang mampu mengeluarkan 37A. Konfigurasi ini dapat membuat baterai panas/gagal dan berpotensi meledak. Ini adalah contoh build yang salah dan jangan dilakukan.
Lalu apa keuntungannya regulated mod dengan konfigurasi seri jika amp yang diambil menjadi tinggi? Karena voltasenya tinggi maka tenaga untuk memanaskan coil besar (alien, atau coil eksotik lainnya) menjadi lebih besar dan coil akan lebih cepat panas dibanding menggunakan pararel.

Kekurangan Mechanical Mod

Kelemahan menggunakan mechanical mod adalah tidak ada layar untuk memberi tahu kamu berapa ohm dari coil kamu, sehingga kamu perlu alat tambahan bernama ohm reader.
Kelemahan kedua adalah seiring voltase baterai turun ketika digunakan, maka tenaga dari vape-pun menurun, sehingga kamu mungkin tidak mendapatkan flavor dan cloud yang tebal seperti saat baterai penuh. Kelemahan ini diatasi oleh regulated mod sehingga konsistensi lebih terjaga

Bagaimana Regulated Modbekerja

Regulated mod adalah mod yang menggunakan pengatur elektronik di dalamnya. Pengatur ini memungkinan kamu untuk mengatur tenaga dan memantau berbagai informasi lainnya. Cara kerja regulated mod berbeda dengan mechanical mod.
Perbedaan paling besar adalah tidak seperti mechanical mod, di regulated mod, coil yang kamu gunakan tidak ada berhubungan dengan bagaimana tenaga diambil dari baterai.
Mari gunakan contoh lain, sebuah regulated mod dengan 1 baterai penuh (MXJO 20A) dengan coil sebesar 0.3 ohm dan setting powersebesar 70 Watt.
Power (Watt) = Amps (A) * Volt(V)
70W = A * 3.7V
Amps = 18.9A
Jadi baterai kamu akan ditarik sebesar 18.9A. Ini masih aman karena baterai kamu mempunyai 20 CDC (walaupun cukup mepet). Lihat bahwa coil (0.3Ω) tidak kita pakai dalam perhitungan.
Seiring kita pakai vape maka Volt baterai akan turun, mari kita asumsikan turun menjadi 3.6V.
70W = A * 3.6V
Amps = 19.4A
Bisa kamu liat bahwa seiring voltase turun, regulated mod menjaga agar watt tetap stabil di 70W dengan cara menarik ampere lebih banyak dari baterai (dari 18.9A ke 19.4A)
Perlu kamu perhatikan bahwa baterai dengan 20A akan mengalami degradasi (battery sag) seiring pemakaian. Sehingga seiring waktu kemampuannya sudah bukan 20A lagi tetapi menurun.
Ini mengapa kebanyakan mod single battery sudah menunjukkan weak battery (sebagai perlindungan) padahal masih cukup penuh. Ini karena mod mencoba menarik ampere namun yang tersedia tidak cukup.
Contoh kasus Alien Smok AL85 mempunyai watt maksimal sebsar 85W. Jika kamu menggunakan baterai 20A dengan tenaga penuh (85Watt) maka
85W = A * 3.7V
A = 22.9A
Dengan baterai yang penuh (asumsi 4.2V) maka perhitungannya menjadi 20.2A, sehingga mod akan firing. Tapi setelah belasan tarikan dan voltase baterai turun ke misalnya 4V maka ampere menjadi 21A yang mana sudah melebihi baterai. Mod akan melindungi dengan peringatan weak baterry padahal masih penuh. Sekarang kamu tahu mengapa :).

Konfigurasi Mod dengan dua baterai pararel dan seri

Kebanyakan regulated mod dengan dua baterai atau lebih memiliki konfigurasi seri. Dalam kasus ini yang terjadi adalah voltase akan bertambah sebanyak jumlah baterai, dan kapasitas baterai akan sama saja terlepas dari 2 atau 3 baterai yang kamu gunakan. Ya yang kamu baca benar, dalam regulated mod (99% mod yang beredar), 1, 2, 3, atau bahkan 4 baterai akan sama saja.
Misalnya kamu menggunakan mod dua baterai seri dengan coil 0.15 dan power 100 watt.
100 watt = A * (3.7V+3.7V)
A= 13.5A. Masih aman dengan baterai standard 20A.
Karena dalam konfigurasi pararel volt nya bertambah besar maka ampere yang ditarik dari baterai tidak besar.
regulated mod dengan konfigurasi pararel cukup langka, tapi jikapun kamu menemukannya maka
100 watt = A * 3.7V
A = 27A, karena dua baterai maka ampere setiap baterai menjadi 27A/2 = 13.5A. Sama saja.
Karena diatur secara elektronik maka tidak ada perbedaan antara seri dan pararel untuk regulated mod. Ini juga berlaku untuk kapasitas baterai, seri dan pararel tidak akan mempunyai perbedaan dalam regulated mod, terlepas dari 2, 3, atau 4 baterai yang digunakan.

Perhatikan output voltage!

Sekarang kamu mungkin mengatakan karena saya menggunakan triade dna 250 dengan tiga baterai maka saya punya 3.7V*3 kan?
Tidak. Baterai kamu mungkin mampu mengeluarkan 3.7*3 = 11.1V (input voltage) atau lebih ketika terisi penuh (4.2V*3 = 12.6V) tapi bukan berarti mod kamu akan meneruskannya ke atomizerdengan angka yang sama (output voltage). Setiap mod mempunyai output voltage berbeda. Dengan contoh di atas Triade DNA 25, modyang satu ini hanya mampu mengeluarkan 9.3V.
Kemampuan mod sebenarnya untuk meneruskan voltase akan mempengaruhi ampere yang ditarik dari baterai.
Hitungan di atas kertas:
120Watt = A * (3.7V+3.7V+3.7V)
A = 10.8A
hitungan baru setelah menggunakan batasan mod sebenarnya
120watt = A * 9.3V (menggunakan output voltage dari mod)
A = 12.9A
Jadi karena kemampuan Triade DNA 250 dengan output voltage sebesar 9.3V baterai kamu harus bekerja lebih keras dari seharusnya. Jadi untuk menghitung ampere yang ditarik, maka perhatikan spesifikasi output voltage mod kamu. Sebagai perbandingan Wismec Rx2/3 hanya mampu mengeluarkan output voltage sebesar 9V dengan 3 baterai.


Selamat kamu membaca artikel Panduan Setting Ohm Coil Dan Baterai Vape Yang Aman sampai akhir :). Jangan khawatir jika kamu tidak mengerti, baca ulang dan gunakan contoh di atas maka pada akhirnya kamu akan mengerti. Jika ada pertanyaaan jangan sungka untuk menulisnya di kolom komentar di bawah ini. Happy vaping!

Jumat, 25 Agustus 2017

Review Liquid Go To The Day Funtastic Cappucino

Review Liquid Go To The Day Funtastic CappucinoLiquid Go To The Days ini memiliki rasa seperti meminum kopi cappucino, rasanya memang enak banget deh pokonya. Liquid ini di buat oleh brewer bernama CopyCat Brewery. Kembali kerasa dari liquid vape go to the days untuk menggambarkanya yang jelas ketika anda meminum kopi bermerk goodays rasa cappuccino rasanya tuh sama banget sama liquid asli buatan bandung ini.

Review Liquid Go To The Day Funtastic Cappucino


bottle-size
60 ML
pgvg-ratio-liquid-vape
70/30

RASA 

Liquid Go To The Days ini memiliki rasa seperti meminum kopi cappucino, rasanya memang enak banget deh pokonya. Liquid ini di buat oleh brewer bernama CopyCat Brewery. Kembali kerasa dari liquid vape go to the days untuk menggambarkanya yang jelas ketika anda meminum kopi bermerk goodays rasa cappuccino rasanya tuh sama banget sama liquid asli buatan bandung ini.

Cocok Untuk

Liquid ini cocok sekali untuk anda yang memang suka liquid dengan rasa rasa kopi atau creamy yang pas, selain itu harga yang murah dengan isi botol yang banyak pasti cocok untuk kamu yang lagi ngirit pengeluaran 1 botol liquid go to the days ini berisikan 60 ml. Untuk masalah uap jangan khawatir liquid ini selain enak juga menghasilkan uap yang tebal, liquid ini sangat cocok sekali digunakan saat lagi nongkrong nongkrong bareng temen temen kamu sambal menikmati roti bakar atau martabak manis pada saat malam hari.

Kandungan

Kandungan PG / VG nya sendiri 70 / 30 sehingga membuat liquid ini memiliki manis yang pas dan uap yang dihasilkan sangat tebal, PG VG dan juga bahan bahan lain yang digunkan untuk membuat liquid vaporizer ini hampir semua berstandar USP yakni standar yang memang jelas aman untuk di jadikan liquid berbeda dengan bahan berstandar food grade yang hanya aman untuk di konsumsi tapi belum tentu aman untuk dijadikan liquid yang akan diuapkan kemudian kita hisap ke paru paru kita.

Sensasi Rasa

Sensasi yang dihasilkan dari liquid ini tentunya sudah jelas rasa khas dari kopi cappuccino yang memiliki manis yang sangat pas tidak kurang ataupun tidak lebih. Nikotin yang terkandung di dalam liquid vape go to the days fantastic cappuccino ini juga hanya 2 mg saja sehingga membuat liquid ini cukup smooth di hit throatnya.
Apakah anda penasaran dengan rasa dari liquid yang satu ini? Kalo begitu langsung saja yuu add to chart liquid vaporizer go to the days fantastic cappuccino ini stock terbatas dan peminat sangat banyak lohh karena liquid yang satu ini memang benar benar pas di lidah orang orang Indonesia dan juga orang orang pecinta kopi khususnya pecinta kopi cappuccino jadi add to chart sekarang ya sebelum kehabisan stocknya.



Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Review Liquid Go To The Day Funtastic Cappucino dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya.